Jumat, 22 Juni 2012

PAK DULLAH, SANG PENGUSAHA YANG “BERKONGSI” DENGAN TUHAN


Suatu hari di ruangan kantor kerja saya datang seorang customer langganan kami. Dia seorang pengusaha keturunan etnis Arab yang sudah cukup berumur, yang sebenarnya sudah lama menjadi pelanggan bagi perusahaan kami.

Pada obrolan-obrolan ringan bersama manajer kami yang menerima dia, akhirnya dia bercerita mengenai sosok Pak Dullah almarhum (Abdullah MZ) pendiri PT Tiga Serangkai yang kemudian berkembang menjadi group perusahaan besar dengan anak perusahaan yang banyak, salah satunya perusahaan tempat saya bekerja saat ini.

Sang pengusaha itu mengaku mengenal cukup baik sosok Pak Dullah dan banyak belajar dari beliau. Salah satu kejadian yang tidak pernah dia lupakan adalah perbincangan dia dengan almarhum pada suatu ketika – bertahun-tahun yang lalu – mengenai rahasia sukses menjadi pengusaha. Waktu itu dia masih seorang pemuda dan baru memulai suatu usaha.

“Suatu ketika saya bertanya kepada beliau,” kata pengusaha itu , “Pak, apa sih resepnya agar bisa terus kaya seperti Bapak?”

Pada waktu itu memang Pak Dullah sudah terkenal sebagai pengusaha sukses cukup lama di Kota Solo dan sekitarnya. Karena itu banyak pengusaha muda yang ingin menimba ilmu sukses kepada beliau.

“Mengapa Anda menanyakan hal itu kepada saya?” Pak Dullah balik bertanya.

“Karena saya tahu Bapak sudah sukses, dengan banyak harta dan kekayaan, dan bertahan cukup lama. Banyak pengusaha lain yang kesuksesannya tidak bertahan lama seperti Bapak. Ijinkan saya belajar kepada Bapak,” jawab sang pengusaha muda.

“Begini... Anda percaya akan Tuhan?” kembali Pak Dullah menanyakan hal yang bagi pengusaha muda itu seperti tidak nyambung dengan pertanyaannya, dan cenderung muter-muter belum ketahun arahnya.

“Tentu saya percaya,” jawabnya kemudian.

“Anda muslim?” bertanya lagi Pak Dullah, dan segera dijawab pengusaha muda itu,”ya, saya muslim.”

“Dan akan tetap muslim selamanya?” masih juga Pak Dullah mengajukan pertanyaan.

“Tetap muslim selamanya,” jawab sang pemuda dengan mantap.

“Andaikan Anda saya tawari untuk berkongsi (bekerja sama) dengan saya bagaimana? Anda mau?” tanya Pak Dullah yang belum juga memberi jawaban secara jelas apa yang ditanyakan pengusaha muda itu.

“Tentu saya mau,” jawabnya tanpa ragu.

“Kenapa?” tanya Pak Dullah kemudian.

“Karena Bapak memiliki banyak harta, perusahaan besar, dan sumber daya lain yang melimpah. 

Berkongsi dengan Bapak yang sudah sangat kuat itu tentu memberi jaminan akan kesuksesan usaha kerja sama kita ini,” kata pengusaha muda tersebut memberi alasan.

“Baiklah. Kalau berkongsi dengan pengusaha seperti saya saja Anda yakin akan sukses, bagaimana jika ada yang jauh lebih kuat, lebih kaya bahkan Maha Kaya menyuruh Anda untuk bekongsi, apakah Anda mau juga?” jawaban Pak Dullah lagi-lagi berakhir dengan pertanyaan yang harus dijawab pengusaha muda itu.

Meskipun agak kurang paham bener maksud Pak Dullah, pengusaha muda itu menjawab juga,”tentu saya mau.”

“Apakah Anda yakin juga bahwa Anda akan sukses juga?” dengan tatapan serius Pak Dullah kembali bertanya.

“Yakin Pak, jika memang dia itu sangat kaya. Siapa dia itu Pak?” jawab pemuda itu yang dilanjutkan dengan pertanyaan, karena tidak sabar dengan pertanyaan-pertanyaan Pak Dullah yang belum terlihat kaitannya atas jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan.

“Dia-lah yang Maha Kaya, Yang Maha Kuasa dan memiliki segalanya. Dia-lah Allah, Tuhan kita. Dengan Dia saya berkongsi, karena itu saya bisa menjadi kaya terus menerus. Jika Anda percaya berkongsi dengan yang Maha Kaya itu akan menjamin kesuksesan Anda, Anda tidak perlu lagi berkongsi dengan saya. Itulah rahasia saya...” jawab Pak Dullah yang akhirnya menjawab apa yang ditanyakan sang pengusaha muda.

“Tapi bagaimana caranya?” tanya pengusaha muda kebingungan.

“Sebuah perkongsian tentunya ada bagi hasil jika sudah menghasilkan, betul?” akhirnya Pak Dullah mulai menjelaskan hal yang bersifat tekhnis, dan ini yang ditunggu-tunggu sang pemda.

“Sebagaimana sebuah kerja sama, Anda juga mesti mau membagi keuntungan Anda dengan kongsi Anda, yaitu Allah. Selama ini saya membagi keuntungan yang saya dapatkan separuh untuk saya, dan separuh untuk Allah. Yang untuk saya tentu saya gunakan untuk kebutuhan saya, keluarga, juga untuk membesarkan perusahaan. Sedangkan separohnya yang untuk Allah saya salurkan kepada kegiatan-kegiatan yang sifatnya untuk menegakkan seruan dan agama Allah. Jika Anda lakukan itu, InsyaAllah Anda akan menjadi kaya dalam waktu yang lama.”

Pemuda itu terdiam mendengar penjelasan Pak Dullah tersebut, namun dalam hati sungguh takjub, dan membenarkan apa katanya.

Melihat pemuda itu diam, Pak Dullah melanjutkan,”untuk awalnya tidak harus berbagi lima puluh lima puluh, tapi coba dengan 95% untuk Anda dan 5% untuk Allah. Jika itu bisa Anda lakukan dengan ikhlas dan usaha Anda mulai berkembang, bertahap nanti Anda tingkatkan bagi hasilnya sampai kemudian Anda mampu berbagi lima puluh lima puluh.”

Begitulah rupanya resep Pak Dullah dalam mencari kekayaan. Berkongsi dengan Tuhan. Hal yang kedengarannya aneh, namun tidak bagi orang-orang yang percaya dan yakin bahwa harta benda, rezeki, kekayaan dan semuanya itu milik Tuhan.

Pengusaha muda itu belajar untuk mengikuti saran Pak Dullah secara bertahap. Dan seperti yang dia ceritakan, perlahan pula usahnya terus berkembang. Order selalu datang dari arah yang tidak terduga. Seiring dengan berkembangnya usaha dia, dia juga terus meningkatkan prosentase “bagi hasilnya” kepada Allah. Dan hingga hari ini usaha dia berkembang, tidak pernah mati. Pengusaha itu pun mengakhiri cerita penuh inspirasi yang dia yakin itu jalan yang ditunjukkan Tuhan padanya. Dan pertemuannya dengan Pak Dullah adalah berkah yang diberikan Tuhan padanya.

Kamis, 14 Juni 2012

DIBALIK KESUKSESAN PENAKLUKAN PERTAMA PUNCAK EVEREST HIMALAYA


Puncak Everest dengan ketinggian 8.850 m dari permukaan laut merupakan puncak tertinggi dari serangkaian Pegunungan Himalaya, bahkan juga merupakan puncak tertinggi di dunia. Ratusan pendaki telah berusaha menakhlukkannya, dengan hasil yang berbeda-beda. Penakhluk pertama yang tercatat sebagai pendaki yang berhasil menginjakkan kakinya untuk pertama kalinya di Puncak Everest pada 29 Mei 1953 dan berhasil kembali dengan selamat adalah Sir Edmund Hillary, yang meninggal pada 11 Januari 2008 lalu di Auckland, Selandia Baru.

Dibalik kesuksesan pendakian Sir Edmund Hillary, tentu ada tim sukses yang ikut membantunya. Dalam pendakian spektakuler itu dia dibantu sedikitnya 150 orang pendaki professional dan 750 pendukung serta seorang Sherpa (dalam bahasa Nepal berarti pemandu) Tenzing Norgay. Peran Tenzing Norgay ini sangat penting karena jika dia mau, bisa saja ending cerita yang menjadi impian Sir Edmund Hillary akan menjadi berbeda dari yang sekarang sudah tercatat dalam sejarah.


Ketika para pendaki tersebut telah kembali dengan selamat dari Everest, para reporter dari seluruh dunia mewancari Sir Edmund Hillary sebagai pendaki gunung pertama yang berhasil menakhlukkan puncak Everest, dan hanya satu orang reporter yang mewancarai Sherpa Tenzing Norgay.

Reporter itu menanyakan satu hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh para reporter yang lain, “Sebagai seorang pemandu, tentunya Anda berjalan di depan Edmund Hillary, dan mestinya Andalah yang menginjakkan kaki lebih dulu di Puncak Everest sebelum kemudian diikuti oleh Sir Edmund Hillary bukan?”

Jawab Sherpa Norgay,”ya, benar sekali, seharusnya seperti itu. Tetapi pada saat menjelang sampai di puncak, tepatnya 1 langkah sebelum mencapai puncak, saya persilahkan Tuan Edmund Hillary untuk maju lebih dulu dan menginjakkan kaki beliau di Puncak Everest, baru kemudian saya mengikutinya di belakang..”

Dengan penuh keheranan reporter itu melanjutkan pertanyaannya,” Mengapa Anda lakukan itu? Anda telah melepaskan sebuah kesempatan untuk menjadi sejarah pendakian dari sebuah puncak yang belum pernah tertakhlukkan sebelumnya?”

Jawab Norgay,” Karena itu adalah impian Sir Edmund Hillary, bukan impian saya. Impian saya adalah mengantarkan Sir Edmund Hillary mencapai impiannya untuk menjadi orang pertama yang menginjakkan kakinya di Puncak Everest. Dan kami sama-sama mendapatkan impian itu.”

*********
Alden Praptono (diolah dari berbagai sumber)

Sabtu, 12 November 2011

Tulisan lama; MAMMOTH & KELUARGA POSUM

Note:
Tulisan ini pernah saya posting di beberapa group milist dan forum pada tahun 2007. Waktu itu saya aktif menulis di beberapa forum dan milist, tetapi belum berminat membuat blog. Dengan beberapa editing, tulisan ini saya tampilkan kembali di blog ini.

MAMMOTH & KELUARGA POSUM

Pernah nonton film animasi ICE AGE 2? Dalam film itu diceritakan ada seekor gajah purba betina (Mammoth) bernama Elie yang sejak bayi tumbuh bersama keluarga Posum (masih segolongan tikus tanah). Keluarga Posum mendidik dan mengajari hidup Elie ala kehidupan Posum. Bahkan ditanamkan pula keyakinan bahwa Elie adalah seekor Posum. Pendidikan yang diterima Elie ini sangat membekas dalam diri dan keyakinannya.

Ketika mulai tumbuh dewasa Elie tetap menjalani hidup ala Posum. Meskipun tubuh Elie jauh lebih besar dibanding “saudara-saudara” lainnya, Elie tetap yakin bahwa dirinya adalah Posum. Sebagaimana kehidupan bangsa Posum yang hanya menjadi pengerat dan menggali lobang di tanah, Elie pun belajar melakukan kegiatan-kegiatan serupa. Dia tidak mau melakukan hal-hal besar karena menurutnya bangsa Posum bukanlah untuk melakukan hal-hal besar dan nggak mungkin bisa melakukan pekerjaan berat dan besar. Itu bukan porsi mereka, kata bangsa Posum.

Suatu hari Elie ketemu dengan seekor Mammoth lain bernama Many. Kepada Many, Elie menceritakan dengan bangga kehidupannya sebagai keluaraga Posum. Many merasa ada yang salah dengan Elie. Karena itu dia berusaha meyakinkan Elie bahwa dia bukanlah posum, melainkan gajah yang bisa melakukan hal-hal yang jauh lebih hebat daripada yang bangsa posum lakukan. Sedikit demi sedikit, Elie mulai termotivasi dan terinspirasi oleh sosok Many yang gagah ini. Setelah sekian lama bersama Many, akhirnya Elie pun menyadari bahwa dia bukanlah seekor posum yang hanya hidup di liang-liang kecil menjadi bangsa pengerat. Dia juga baru menyadari bahwa dia bisa melakukan banyak hal yang jauh lebih besar dibanding yang selama ini dia lakukan. Kehadiran Many telah mengubah kehidupan Elie, sehingga dia menemukan jati dirinya dan menjadi inspirasi terbesar dalam hidupnya.

****** **** *****
Seseorang kadang sebenarnya mempunyai potensi luar biasa yang bisa ia kembangkan. Tetapi karena dia hidup dan tinggal bersama lingkungan yang berpikiran kecil, maka dia pun tidak menyadari akan potensi dirinya. Bahkan untuk mempunyai impian pun tidak berani karena tidak percaya akan mampu meraihnya. Karenanya, tetaplah terbuka dengan hal-hal baru, lingkungan baru, dan juga orang-orang baru. Karena, bisa jadi lingkungan yang kita anggap nyaman hari ini adalah lingkungan keluarga posum, dan ketika kita bertemu orang baru, mungkin dia yang akan menyadarkan kita akan potensi sebenarnya yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.


Link tulisan lama: Mammoth dan keluarga Posum

Jumat, 21 Oktober 2011

Kisah Tentang Kesetiaan (1) ; Kadal yang setia

Kisah tentang cinta, benci, kesetiaan, harapan, dan pengkianatan seakan tak pernah habis dan selalu menjadi bagian dari kisah-kisah dramatis panggung kehidupan manusia. Ada sebagian orang yang sangat menjunjung tinggi makna cinta dan kesetiaan pada pasangan, tetapi ada sebagian lain yang tidak percaya apa itu cinta dan perlunya kesetiaan. Bagi sebagian kita, hal-hal dramatis seperti itu hanya bisa kita lihat di cerita-cerita film atau sinetron televisi, yang mana semua itu hanyalah rekayasa alias karangan semata, dan bukan kisah nyata.

Sementara itu, pada acara-acara infotainment justru banyak menayangkan kisah ketidaksetiaan berbagai pasangan selebritis, baik yang berupa cerai setelah beberapa tahun menikah, ataupun putusnya status pacaran mereka yang masih menjalani hidup bersama secara tidak resmi. Dan alasan yang biasa mengemuka hanyalah soal ketidakcocokan lagi di antara mereka. Begitu tipisnya nilai-nilai kesetiaan itu mereka hargai.

Kita bisa belajar tentang nilai sebuah kesetiaan dari kisah nyata tentang sepasang kadal. Cerita ini sudah banyak diceritakan diberbagai media online, namun tidak ada salahnya sekali lagi kita ikuti, untuk kita ambil nilai yang terkandung di dalamnya, seberapa setia kah kita saat ini pada pasangan kita? Dan apakah kita termasuk orang-orang yang berani mempunyai harapan di tengah-tengah kesulitan yang menerpa?

Dikisahkan, di suatu tempat di Jepang tinggallah satu keluarga dengan rumah yang sudah tidak bagus lagi karena sudah cukup tua. Suatu ketika, pemilik rumah berniat membongkar rumahnya untuk kemudian membangun kembali dengan yang lebih bagus lagi.

Mulailah sang bapak membongkar bagian demi bagian rumah tuanya. Pada salah satu sudut bangunan yang mulai terbongkar, laki-laki itu melihat ada seekor kadal yang sebagian tubuhnya terjepit kayu dan terpaku sehingga tidak bisa pergi ketika ia mendekatinya. Dia mencoba mengamati lebih dekat lagi untuk melihat apa yang terjadi pada kadal itu. Kadal itu cukup sehat, hanya sebagian tubuhnya terjepit dan terpaku sehingga tidak bisa kemana-mana. Kemudian memeriksa kayu dan paku yang menjepit tubuh kadal itu. Sejenak dia mengernyitkan dahinya, sulit percaya dengan temuannya. Ternyata kayu yang menjepit kadal itu, dan paku yang menancap pada kayu itu adalah asli kayu dan paku yang dipasang bersamaan dengan pembangunan awal rumah itu. Berarti jika seumuran rumah itu, sudah 10 tahun lebih kadal itu terjepit disana!

Sejenak kemudian lelaki itu terduduk tidak jauh dari kadal itu terjepit. Dia masih tidak habis pikir, bagaimana kadal yang terjepit dan tidak bisa kemana-mana selama lebih dari 10 tahun bisa tetap hidup? Dia mencoba menganalisa sendiri, menerka-nerka apa yang terjadi. Belum sempat menemukan jawabannya,  tiba-tiba dari arah yang tidak dia ketahui, muncullah seekor kadal yang lain mendekati kadal yang terjepit itu. Kadal yang baru datang itu rupanya membawa makanan yang kemudian dia suapkan ke mulut kadal yang terjepit! Lelaki itu terkesiap melihat pemandangan di depannya. Jadi selama 10 tahun ini kadal itu dengan setia mengantarkan makanan untuk kadal yang terjepit tersebut? Rupanya itulah jawaban, kenapa kadal yang tidak bisa kemana-mana itu bisa tetap hidup hingga hari ini.

Hari itu, lelaki pemilik rumah tersebut merasa beruntung mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat bernilai tentang arti kesetiaan yang ditunjukkan oleh seekor kadal kepada pasangannya. Jika saja kadal itu berpikiran logis seperti manusia, pastilah dia akan meninggalkan pasangannya yang malang yang sudah tidak mempunyai harapan tersebut. Namun ternyata sebuah kesetiaan membuat harapan tetap hidup, dan itulah yang membuat sang kadal terjepit tetap hidup walaupun selama 10 tahun tidak bisa bergerak kemana-mana. Dan harapan terbesar sepasang kadal itu, hari itu Tuhan mengabulkannya. Dengan hati-hati lelaki itu membuka kayu yang terpaku menjepit kadal itu. Sejenak kemudian kadal itu pun terbebas dari jepitan, dan dengan terseok-seok dia mencoba berjalan menuju sebuah liang dimana malaikat penolongnya yang telah setia selama ini sudah menunggu.

Lelaki itu merasa lega. Dia memutuskan untuk berhenti barang sehari dalam membongkar rumahnya. Dia ingin segera menceritakan kisah hebat itu kepada keluarganya. Ternyata, kekuatan harapan bisa menguatkan dan membuat orang untuk hidup lebih lama walaupun dalam kesulitan yang nyaris tak terbayangkan bagaimana jalan keluarnya. Tuhan selalu mempunyai cara mewujudkan harapan-harapan bagi siapa saja yang meyakininya.

(Note: jika hidup dalam habitat yang tepat, jenis kadal tertentu bisa bertahan hidup 20-30 tahun)

Kamis, 20 Oktober 2011

My Angel... your angel

Dia yang hadir dalam hidumu, membuat hidupmu lebih bersemangat, membuat kamu tetap tegar melangkah, menguatkan kamu untuk tidak pupus harapan pada saat kamu jatuh. Dia yang menginspirasi kamu untuk berani menjadi lebih baik, melahirkan banyak ide-ide baru, atau bahkan menohok relung hati kamu untuk segera bangkit menjadi yang terbaik. Atau dia yang hadir mewarnai hari-harimu, sehingga menjadi lebih indah. Dia juga yang selalu kamu inginkan untuk berbagi pada saat kamu dilimpahi keberkahan, kenikmatan dan keindahan. Bahkan mungkin, karena dia lah kamu mau melakukan dan mempertaruhkan segalanya...

Ternyata, pada saat kita suka ataupun duka, kita selalu membutuhkan dia. Kamu akan merasa lebih tegar dan kuat pada saat duka menghampirimu manakala dia ada bersamamu. Pada saat kamu memperoleh kenikmatan, kamu akan merasakan kebahagiaan manakala kamu telah berbagi bersamanya. Dia... yang ada bersamamu, mungkin dialah malaikat bagimu. Dan pada saat yang lain, kamu akan menjadi malaikat baginya.

Orang ke-19 itu... sang malaikatnya

Dalam beberapa hari belakangan ini, di berbagai media dihebohkan dengan munculnya pemberitaan tentang seorang anak kecil berusia 2 tahun, di China, yang tertabrak dan terlindas 2 mobil yang kemudian melarikan diri. Yang paling membuat banyak orang marah dan mengutuk adalah karena setelah bocah tersebut tergeletak dan bersimbah darah di jalanan, ada banyak orang yang lewat dan menyaksikan si bocah tersebut namun tidak melakukan apapun untuk menolongnya. Bahkan untuk sekedar berhenti sejenak dan mengamati kondisi si bocah itupun mereka tidak melakukannya. Sungguh menyedihkan. Baru kemudian ketika seorang ibu pemungut sampah lewat dan mendapati si bocah malang tersebut, dia segera bergegas menolongnya dan mencari orang tua balita tersebut yang rupanya tidak jauh dari tempat kejadian. Waktu itu hujan mulai turun.

Kecelakaan tragis yang terjadi di sebuah jalanan di Kota Foshan, China, tersebut terekam kamera CCTV setempat, yang kemudian rekamannya disebarluaskan di berbagai media masa, termasuk media online seperti Youtub.com dan menarik perhatian kalangan luas di dunia, serta memunculkan kecaman atas hilangnya kepedulian sesama manusia, termasuk di dalam negeri China sendiri.

Yue Yue dalam gendongan ibunya sebelum kecelakaan.


Bocah perempuan tersebut bernama Yue Yue, berumur 2 tahun. Saat itu, 13 Oktober 2011, sedang berjalan di sebuah jalanan yang sebenarnya tidak terlalu ramai. Tiba-tiba dari arah depan melintas mobil jenis van dengan kecepatan sedang. Sebenarnya jika si sopir cukup memperhatikan jalanan dan melihat ada anak kecil sedang berjalan di jalan itu, dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat itu dia bisa segera mengeremnya, atau banting stir ke kanan. Namun karena mungkin sopir mobil itu tidak terlalu memperhatikan jalanan, akhirnya terjadilah tabrakan itu. Begitu merasakan telah menabrak sesuatu, mobil itu sempat berhenti sejenak, namun bukannya si sopir itu turun untuk menolongnya, dia justru kembali berjalan dan roda belakang pun kembali menggilas kaki Yue Yue.

Anak itu mulai bersimbah darah. Bahkan bekas roda mobil penabraknya pun ikut membekaskan jejak ban warna merah darah di jalanan ber aspal itu. Beberapa saat kemudian lewatlah seorang pria muda. Anehnya, pria itu sama sekali tidak terusik dengan kejadian seorang bocah bersimbah darah tergeletak sekarat di pinggir jalan. Dia pun tetap melanjutkan perjalanan seolah tidak terjadi apa-apa. Saat-saat berikutnya, beberapa orang lagi juga melewati jalannan tersebut, namun tak seorangpun yang perduli untuk menolong Yue Yue, bahkan untuk sekedar melihat kondisinya pun mereka tidak melakukannya. Belum selesai sampai si situ, sebuah truk melintas dan rodanya kembali menggilas kaki bocah yang sudah terluka parah itu. Kembali, mobil truk itu pun terus melaju tanpa peduli akan tanggung jawabnya.

Setelah tertabrak untuk ke dua kalinya, beberapa orang yang lewat tetap tidak perduli, seolah yang tergeletak berdarah-darah itu seekor kucing atau ayam yang tidak perlu ditolong apa-apa. Sungguh menyedihkan. Beberapa pengendara motor juga hanya berusaha untuk menghindari Yue Yue agar tidak menggilasnya, tanpa mau menolongnya.

Beberapa media yang menyiarkan rekaman CCTV tersebut menghitung satu per satu setiap orang yang melintas dan memberi nomor secara urut dari yang pertama kali melintas dan tidak mau menolongnya. Setelah dihitung itu, ternyata ada 18 orang yang melintas di jalanan itu dan tak seorangpun mau peduli untuk menolong Yue Yue yang bersimbah darah itu. Baru pada nomor yang ke-19 adalah seorang ibu pemungut sampah, yang tiba-tiba muncul dan tergerak untuk menolongnya. Ibu itu segera memungut Yue Yue dan menaruhnya di pinggir jalan, kemudian berteriak-teriak minta tolong....namun tak seorangpun datang membantunya. Dia kemudian berinisiatif mencari orang tua balita itu. Mungkin karena rumah anak itu tidak jauh dari lokasi kecelakaan, ibu dari Yueyue bisa segera ditemukan dan segera membawanya ke rumah sakit.

Saat tulisan ini saya tulis, 19 Oktober 2011, kondisi balita itu masih koma di Rumah Sakit. Manurut dokter yang menanganinya, kondisinya sangat kritis dan kecil sekali kemungkinan terselamatkan. Tapi saya ikut berdoa, semoga bocah ini bisa selamat, dan sembuh untuk kembali ke dua orang tua yang sangat menyayanginya. Selalu ada secercah harapan dalam kondisi yang sesempit apapun.

Adapun si ibu penolong itu, yang diketahui bernama Chen Xianmei (58), orang ke-19 yang datang menghampiri Yue Yue mendapatkan hadiah uang dari pemerintah setempat 25 ribu yuan (sekitar Rp 34,7 juta) atas kemuliaannya tersebut. Dia menyatakan terkejut atas hadiah itu, dan sama sekali tidak berharap atas hadiah itu sebagai imbalan perbuatannya. Dia merasa hanya harus melakukan sesuatu yang benar, yang harus dilakukan pada saat seseorang yang sedang meregang nyawa membutuhkannya. Bahkan kemudian dia menyumbangkan sebagian dari hadiah tersebut untuk biaya pengobatan Yue Yue di rumah sakit. Satu sikap yang sungguh tulus dan mulia di tengah ketidakpedulian sesama atas sesamanya yang sedang butuh pertolongan, yang pantas kita teladani. (dihimpun dari berbagai sumber)

Saat ini mungkin kita sedang membutuhkan atau mengharap kehadiran seorang malaikat yang akan membantu kita keluar dari sebuah kesulitan. Tapi kita tidak akan pernah tau, siapa malaikat kita, orang ke berapakah yang hadir tersebut adalah malaikatnya....? Sebenarnya, jika kita mau, jauh lebih mudah bagi kita memutuskan untuk menjadi malaikat bagi orang lain, daripada kita berharap orang lain datang sebagai malaikat penolong kita, bahkan pada saat kita sendiri pun sedang dalam kesulitan. Chen Xianmei,  wanita penolong itu, si orang ke-19, hanyalah seorang wanita miskin yang bekerja sebagai pembantu di siang hari dan menjadi pemungut sampah untuk penghasilan tambahan, dan bukan seorang yang kuat secara fisik, namun dengan ketulusannya dia menjadi penolong bagi seorang yang memang sedang sangat menanti pertolongannya.

 Note: 
Diberitakan bahwa kemudian Yue Yue tidak terselamatkan, meninggal pada 21 Oktober 2011 karena kegagalan organ sistemik akibat dari kecelakaan tersebut.