Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

My Mother My Angel ; Tangan Ibu Tangan Terindah



Tulisan berikut adalah kiriman seorang teman dengan judul yang sama melalui sebuah milist. Saya posting di sini karena tulisan ini begitu menyentuh, dan selalu mengingatkan kepada sosok ibu saya yang juga sudah semakin tua saat membacanya. 
Ada sedikit editing yang saya lakukan, namun tidak mengurangi maknanya. 
Terima kasih untuk sahabat saya yang telah mengirimkan tulisan indah ini.
- Alden praptono -


foto By pixieGraphy - flickr.com



IBU

Ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya 
untuk berbelanja bersamanya
karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru.

Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja 
bersama dengan orang lain, 
dan saya bukanlah orang yang sabar, 
tetapi walaupun demikian kami berangkat juga 
ke pusat perbelanjaan tersebut.
  
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan
gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi
gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring waktu
yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi.



Akhirnya pada toko terakhir yang kami
kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru
yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya
terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya.
Karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini
saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya
dalam ruang ganti pakaian, saya melihat
bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan
dengan susah mencoba untuk mengikat talinya!
Ternyata tangan-tangannya sudah mulai
dilumpuhkan oleh penyakit radang
sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya.
Seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh
suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. 
Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air
mata yang keluar tanpa saya sadari.
  
Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya
kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan
tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah,
dan dia membelinya.
  
Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi
kejadian tersebut terukir dan tidak dapat
terlupakan dari ingatan saya.

Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja

kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian
tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang
sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua
tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah
menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan
baju, membelai dan memeluk saya, dan
terlebih dari semuanya, tengadah berdoa untuk saya.
Sekarang tangan itu telah menyentuh
hati saya dengan cara yang paling membekas
dalam hati saya.
  
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar
ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya ...
dan - yang membuatnya terkejut -
memberitahukannya bahwa bagi saya kedua
tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di
dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan
telah membuat saya dapat melihat dengan mata
baru, betapa bernilai dan berharganya kasih
sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.
Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu
hari kelak tangan saya dan hati saya akan
memiliki keindahannya tersendiri.
  
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala
ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu
pun yang dapat menandingi keindahan tangan
Ibu...

  



Selasa, 16 April 2013

My Mother My Angel; DIDIKAN IBUNYA MENJADIKAN IA PENEMU BESAR DI DUNIA (SUCCESS STORY OF THOMAS ALFA EDISON)


Angel for parenting

Kisah tentang penemu besar yang satu ini sudah banyak sekali diceritakan dalam berbagai media. Tak salah memang, Thomas Afa Edison merupakan salah satu penemu terbesar sepanjang sejarah yang sangat menginspirasi banyak orang. Penemuan-penemuannya telah banyak merubah kehidupan manusia di bumi dan sangat revolusioner.

Thomas Alfa Edison kecil


Dalam tulisan saya kali ini yang juga menceritakan kisah sukses Thomas Alfa Edison lebih saya tekankan pada peran besar ibunya, Nancy Elliot Edison, yang mendidiknya menjadi orang yang selalu ingin tahu dan akhirnya menjadi orang sukses setelah mengalami banyak cemoohan dan kegagalan.

Pada masa kecilnya Thomas Edison sempat mengenyam pendidikan di sekolah walaupun hanya bertahan selama tiga bulan. Sifatnya yang impulsif, selalu ingin tahu dan tidak bisa diam menunggu instruksi dari gurunya membuat guru-gurunya yang berdisiplin tinggi jengkel. Suatu ketika Kepala Sekolahnya, Mr. Reverand G. B. Engle, mengatai si Thomas dengan sebutan si bebal, karena menganggapnya tidak gampang mencerna pelajaran dan petunjuk dari guru. 

Thomas sangat sakit hati direndahkan seperti itu. Ia segera keluar dari sekolah sebelum pelajaran usai.  Kepada ibunya Thomas mengadukan perlakuan kepala sekolahnya itu. Esoknya Nancy menemani Thomas ke sekolah dan menemui sang kepala sekolah untuk membicarakan masalah yang dihadapi Thomas. Tetapi pertemuan itu tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan Nancy. Pihak sekolah menunjukkan nilai-nilai Thomas yang jeblog di sekolah dan mengatakan bahwa putranya tidak bisa dan tidak mau belajar.

Kecewa dengan sikap pihak sekolah, akhirnya Nancy membawa pulang si kecil dan memutuskan dia sendiri lah yang akan mengajar dan mendidik putranya itu. Sebagai informasi, Nancy Elliot Edison pernah juga menjadi seorang guru meski tidak lama. Dan hari itu, saat Nancy memutuskan mendidik sendiri Thomas kecil, tak ada yang membayangkan bahwa itulah awal dimulainya arah hidup Thomas sebagai seorang pembelajar yang kelak menjadi orang besar.

Keluarga Edison sebenarnya bukanlah kalangan berada, meskipun bukan juga dari golongan miskin. Mereka hanya dari kelas pekerja dengan penghasilan yang pas-pasan, dan karenanya mereka sangat ketat dalam mengatur pengeluaran biaya hidup.

Nancy Elliot Edison


Ketika hari demi hari “home schooling” untuk Edison kecil berlangsung, Nancy melihat bahwa puteranya itu mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam hal memahami dan mencari jawaban atas suatu pertanyaan. Dia merasa si kecil ini mempunyai “sesuatu” di dalam dirinya, dan orang-orang yang meremehkannya (termasuk ayah Thomas sendiri suka meremehkan Thomas) adalah salah. Dia pun bersumpah bahwa dengan kemampuan yang dia miliki, dan dengan pemahaman dia atas puteranya itu, dia bisa menjadikan Thomas orang yang paling cemerlang dan luar biasa kelak.

Dalam pengamatan Nancy yang singkat di sekolah itu, dia merasa kurang cocok dengan pola pendidikan yang diterapkan. Meskipun sekolah itu diselenggarakan oleh gereja namun struktur pengajarannya tertutup pada hal-hal baru, suatu tradisi pendidikan yang kebanyakan diadopsi pada sekolah-sekolah pada umumnya (sekolah negeri). Pemaksaan semua pelajaran kepada siswa itulah yang terutama mengusiknya.

Keputusan Nancy mendidik dan mengajar sendiri puteranya dalam beberapa waktu akhirnya menunjukkan hasil yang bagus. Dengan didasarkan pada pemahaman karakter dan kemampuan Thomas, serta pengaturan jadwal yang baik atas waktunya yang tersedia, menjadikan Thomas benar-benar terdidik dengan lebih baik dibanding kebanyakan anak Amerika pada saat itu, bahkan jika dibandingkan pada era sekarang sekalipun. Ada dua factor utama yang mendasarinya. Pertama, sebagai seorang guru Nancy Edison lebih mendedikasikan, mencurahkan, dan perhatian kepada pengajarannya dibanding pengajar manapun. Dia juga sangat kreatif dan fleksibel untuk mencoba menerapkan pendekatan yang tidak kolot kepada puteranya, bahkan ketika hal itu masih dianggap hal tabu pada pola pendidikan yang konvensional.  Seorang penulis biografinya Thomas Alfa Edison, Mathew Josephson menyebutkan bahwa Thomas sangat terkesan bagaimana Nancy menjaganya di rumah, khususnya bagaimana dia menempatkan Thomas secara sangat menyenangkan. Dia mengajarkan bukan saja soal baca tulis atau berhitung, tetapi juga soal mencintai dan memahami tujuan suatu pengajaran. Dia tanamkan dalam benak puteranya untuk  “cinta pada pembelajaran”. Di sinilah peran penting sang ibu dalam menumbuhkan rasa percaya diri kepada Thomas dengan cara yang simpatik. Dia hindari cara-cara pemaksaan tetapi lebih suka pendekatan minat dan bakat yang dimiliki si bocah.

Momen yang sangat penting adalah ketika Nancy mengenalkan Thomas pada sebuah buku “School of Natural Philosophy” karya R.G. Parker. Anak muda itu begitu terkesima dengan buku yang mengajarkan bagaimana mengadakan percobaan-percobaan kimia di rumah. Dia lakukan percobaan demi percobaan yang diajarkan di buku itu. Kemudian Nancy membelikan untuknya buku “The Dictionary of Science” yang segera saja menjadikan Thomas Edison sebagai penggila ilmu pengetahuan (science). Dari sinilah kemudian semua berawal.

Selain belajar di rumah dan gemar mengadakan percobaan-percobaan ilmiah, Thomas juga anak muda pekerja keras. Pada umur 12 tahun dia mulai menjual Koran, buah-buahan dan gula-gula di kereta api. Di usia itu pula Thomas hampir kehilangan seluruh pendengarannya karena infeksi telinga yang pernah dideritanya (ada juga yang mengatakan disebabkan hal lain) dan menjadikannya setengah tuli. Dalam diary Thomas sendiri menulis “ saya tidak pernah lagi mendengar burung bernyanyi sejak saya umur 12 tahun.” Pada usia 15 tahun, Thomas, sambil tetap berjualan, membeli sebuah mesin cetak kecil bekas yang selanjutnya dipasang pada sebuah bagasi mobil. Kemudian dia mencetak korannya sendiri, WEEKLY HERALD, yang di cetak, diedit dan dijualnya di tempat dia berjualan.

Thomas Edison di laboratoriumnya


Dalam perjalanan hidup Thomas yang sangat dinamis, secara domisili dia banyak berpindah-pindah tempat dari satu kota ke kota lainnya. Suatu ketika di tahun 1862, Thomas muda sempat menyelamatkan seorang anak kecil yang hamper ditabrak mobil. Ternyata ayah dari anak kecil itu adalah kepala stasiun tempat ia biasa berjualan. Untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya, ayah anak itu kemudian mengajari Thomas cara menggunakan telegraph. Pada waktu itu telegraph merupakan cara berkomunikasi jarak jauh yang sangat penting. Dan setelah belajar selama 4 bulan, kemudian Thomas sudah mahir dan diangkat sebagai ahli telegraph, yang kemudian dia tekuni selama 5 tahun. Hampir semua gaji yang dia dapat dari pekerjaan itu dia habiskan untuk membangun laboratorium pribadi dan melakukan berbagai percobaan ilmiah.

Selain sebagai seorang ilmuwan yang handal, Thomas Edison rupanya juga cukup berbakat dalam bisnis. Dia tidak hanya asal dalam melakukan percobaan-percobaannya, melainkan juga didasarkan pada hal-hal yang dibutuhkan banyak orang kala itu, di situlah dia melihat peluangnya. Karena itu ketika hak paten pertamanya atas penemuannya electric vote recorder tidak ada yang berminat membelinya, dia segera mengarahkan pada temuan-temuan yang lebih komersial. Pada tahun 1870 ia berhasil menyempurnakan mesin telegraph menjadi lebih baik yaitu menjadi mesin yang dapat mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang panjang. Dari situ dia mendapatkan penghasilan yang melimpah dan cukup untuk modal mendirikan perusahaan sendiri. Pada tahun 1874 ia pindah ke Menlo Park, New Jersey dan mendirikan sebuah bengkel ilmiah yang besar dan yang pertama di dunia. Dari bengkel ilmiah itulah kemudian dia berhasil menemukan banyak sekali penemuan-penemuan baru yang sangat penting. Pada tahun 1877 ia menemukan Gramofon. Berikutnya di tahun 1879 ia berhasil menemukan bola lampu pijar listrik yang mampu menyala selama 40 jam, satu hal yang kala itu sedang banyak dicari para ilmuwan, sehingga temuannya itu menjadi temuan yang sangat penting bagi perkembangan tekhnologi berikutnya. Pada tahun yang sama kemudian ia juga menemukan proyektor untuk film-film kecil. Tahun 1882 ia memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York. Itulah pertama kalinya lampu listrik dipakai untuk penerangan umum di pinggir jalan. Perusahaannya yang sangat legendaries, General Electrict, dia dirikan pada tahun 1890.

Dari hasil kerja kerasnya melakukan riset dan eksperimen yang tidak kenal menyerah, dia menjadi seorang penemu, ilmuwan sekaligus pebisnis yang sangat produktif. Dia memegang rekor atas 1.093 paten atas nama dia sendiri. Riset dan penemuannya juga sengat membantu dalam pengembangan tekhnologi militer negaranya. Beberapa penelitiannya antara lain : mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan masih banyak lagi.

Edison muda


Hal yang harus diingat dari dari kesuksesan Thomas Alfa Edison ini adalah bahwa itu semua dia peroleh melalui kerja keras dan terarah. Semua temuannya dia dapatkan melalui proses jatuh bangun. Sebagai contoh, bola lampu pijar dia temukan melalui percobaan sebanyak 9.956 kali. Sebanyak 9.955 percobaannya belum berhasil menemukan bola lampu yang bisa menyala. Baru pada percobaan yang ke 9.956 kalinya lampu pijar itu berhasil menyala selama 40 jam.

Hal lain yang patut ditiru, selain cerdas dan pantang menyerah, dia juga mempunyai sikap yang positif atas segala sesuatu. Saat mendapati dirinya yang setengah tuli itu, dia justru merasa beruntung karena dengan begitu dia bisa lebih focus pada eksperimen-eksperimen nya ketimbang mendengarkan suara-suara orang yang umumnya tidak percaya akan keberhasilan usahanya itu. Jadi suara-suara orang yang melemahkan semangat itu tidak pernah ia dengarkan. Contoh lainnya, dia tidak mau disebut gagal atas percobaan-percobaan yang tidak berhasil sebelum bola lampu menyala pada percobaan yang ke 9.956 kalinya itu. Dia memprotes sebuah surat kabar yang memuat judul berita utama: “Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Thomas Alfa Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”. Ia meminta judul berita itu diganti. Keesokan harinya, atas permintaan Thomas, surat kabar itu mengganti judul berita utamanya menjadi: “Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”.

Itulah sekilas tentang Thomas Alfa Edison, penemu besar yang dilahirkan, dibesarkan dan dididik oleh ibunya sendiri di rumah dengan cara-cara yang sangat “mengerti” akan karakter, bakat dan minat dari anak itu sendiri. Dan ternyata memang keputusan Nancy Elliot Edison untuk membawa pulang anaknya dan mendidiknya sendiri adalah keputusan akhirnya tidak hanya menjadikan Thomas orang yang cerdas tetapi juga memiliki sikap mental yang tahan banting yang kemudian banyak merubah wajah dunia. Bayangkan seandainya Thomas Edison tetap belajar di sekolah yang menganggapnya bebal itu…bisa jadi bola lampu pijar itu baru akan ditemukan orang puluhan tahun berikutnya, atau tidak sampai hari ini.

Thomas Edison sendiri mengatakan : “ Ibuku lah yang membentuk saya ini. Dia memahami saya, membiarkan saya mengikuti minat saya sendiri. Dia sangat serius dan yakin pada saya. Karena itu saya merasa mempunyai seseorang yang untuk dia lah aku hidup, seseorang yang tidak boleh saya kecewakan.”

( Thomas Alfa Edison lahir di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Wafat pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun)

Dihimpun dari berbagai sumber dan ditulis kembali oleh
 Alden Praptono

Foto-foto lain Thomas Alfa Edison
































Kata bijak yang dikenang dari Thomas Alva Edison adalah:

“Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras”.

“Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan”.

“Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju”.


 

Selasa, 09 April 2013

My Mother is the Best Hero in the World




Ini adalah mengenai nilai kasih Ibu kepada sang anak.
 

Suatu ketika sang anak yang baru pulang kuliah mendapati ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.

Biasanya jika sang anak ada di rumah, hampir setiap pekerjaan ibu di dapur, dia selalu minta bantuan anaknya. Malam itu, seperti biasa si ibu minta bantuan anaknya yang baru datang itu untuk membeli beberapa kebutuhan dapur yang sudah hampir habis. Agak dongkol juga si anak karena sebenarnya masih cape sepulang kuliah itu. Meski begitu dia jalan juga mengikuti perintah ibunya ke warung terdekat.


Sepulang dari warung si anak iseng-iseng menuliskan sesuatu di atas kertas yang kemudian dia berikan kepada ibunya. Si ibu yang dari tadi masih sibuk dengan pekerjaannya segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang disodorkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000


Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar..

Si
ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS

5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan
keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu -
GRATIS
Jumlah
Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak
menatap wajah lembut ibunya, memeluknya dan berkata, 'Aku Sayang Ibu'. Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: 'Telah Dibayar' . 


Mother is the best super hero in the world!!

- copas dari sebuah email -